Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat
( Al Araaf : 204 )
Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu Taala berkata : Pada suatu ketika aku pernah jatuh sakit, tetapi aku tidak menemukan seorang dokter atau obat penyembuh. Lalu aku berusaha mengobati dan menyembuhkan diriku dengan
Selanjutnya dalam mengobati berbagai penyakit aku bersandar dengan cara itu dan aku merasakan manfaat yang sangat besar. Kemudian aku beritahukan kepada banyak orang yang mengeluhkan suatu penyakit dan banyak dari mereka yang sembuh dengan cepat. (Zaadul Maaad IV/hlm 178 dan al-Jawabul Kaafi hal. 21).
Maka, untuk menjawab pertanyaan-pertanya an ini, kami memulai sebuah penelitian tentang Al-Quran dalam pengulangan- pengulangan Akbar di
Penelitian ini menggunakan seperangkat peralatan elektronik ditambah komputer untuk mengukur gejala-gejala perubahan fisiologis pada responden selama mereka mendengarkan bacaan Al-Quran.
Penelitian dan pengukuran ini dilakukan terhadap sejumlah kelompok manusia: 1. Muslimin yang bisa berbahasa Arab. 2. Muslimin yang tidak bisa berbahasa Arab 3. Non-Islam yang tidak bisa berbahasa Arab.
Pada semua kelompok responden tersebut dibacakan sepotong ayat Al-Quran dalam bahasa Arab kemudian dibacakan terjemahnya.
Pada setiap kelompok ini, 97% percobaan menemukan adanya perubahan perubahan fisiologis berupa penurunan kadar tekanan pada syaraf secara spontan. Pada penelitian permulaan terlihat bahwa dampak Al-Quran kentara pada penurunan tekanan syaraf, yang mungkin bisa dikorelasikan kepada para pekerja. baik yang memahami Bahasa Arab maupun yang tidak memahaminya.
Tahap kedua adalah pengulangan kata Akbar untuk membandingkan apakah terdapat dampak Al-Quran terhadap perubahan-perubahan fisiologis akibat bacaan Al-Quran, dan bukan karena hal-hal lain selain Al-Quran semisal suara atau lirik bacaan Al-Quran atau karena pengetahun responden bahwasannya yang diperdengarkan kepadanya adalah bagian dari kitab suci atau pun yang lainnya.
Tujuan penelitian komparasional ini adalah untuk membuktikan asumsi bahwa kata-kata dalam Al-Quran memiliki pengaruh fisiologis hanya bila didengar oleh orang yang memahami Al-Quran .
Peralatan
Peralatan yang digunakan adalah perangkat studi dan evaluasi terhadap tekanan syaraf yang ditambah dengan komputer jenis Medax 2002 (Medical Data Exuizin) yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Studi Kesehatan Univ. Boston dan Perusahaan Dafikon di Boston. Perangkat ini mengevaluasi respon-respon perbuatan yang menunjukkan adanya ketegangan melalui salah satu dari dua hal: (i) Perubahan gerak nafas secara langsung melalui komputer, dan (ii) Pengawasan melalui alat evaluasi perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Perangkat ini sangat lengkap dan semakin menguatkan hasil validitas hasil evaluasi. Subsekuennya mencakup:
1. Program komputer yang mengandung pengaturan pernafasan dan monitoring perubahan fisiologis dan printer.
2. Komputer Apple 2, yaitu dengan dua floppy disk, layar monitor dan printer.
3. Perangkat monitoring elektronik yang terdiri atas 4 chanel: 2 canel untuk mengevaluasi elektrisitas listrik dalam otot yang diterjemahkan ke dalam respon-respon gerak syaraf otot; satu chanel untuk memonitor arus balik listrik yang ke kulit; dan satu chanel untuk memonitor besarnya peredaran darah dalam kulit dan banyaknya detak jantung dan suhu badan.
210 kali percobaan dilakukan kepada
Percobaan dilakukan dalam 42 kesempatan, dengan setiap kesempatannya selama 5 kali sehingga jumlah keseluruhannya 210 percobaan.
Responden dibacakan kalimat Al-Quran dalam bahasa Arab selama 85 kali, dan 85 kali juga dibacakan kalimat berbahasa Arab yang baukan dari Al Quran. Bacaan berbahasa Arab yang bukan Al-Quran itu disejajarkan dengan bacaan Al-Quran dalam lirik membacanya, melafadzkannya di depan telinga. selama itu responden ditempatkan dengan posisi duduk santai dan terpejam.
Ujicoba menggunakan bacaan berbahasa Arab bukan Al-Quran seperti obat yang tidak manjur, padahal mereka tidak bisa membedakan mana yang bacaan Al-Quran dan mana yang bukan.
Dan sungguh nampak dengan sangat jelas sejak percobaan pertama bahwasannya dalam posisi duduk dan diam serta tidak mendegarkan satu ayat pun, maka ia tidak mengalami perubahan ketegangan apapun.
Sedangkan pembacaan Al-Qur`an ternyata memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap syaraf. Pengaruh inipun terlihat pada perubahan energi listrik dalam otot-otot pada organ tubuh, perubah-perubahan yang terjadi pada kulit karena energi listrik, perubahan pada peredaran darah, perubahan detak jantung, voleme darah yang mengalir pada kulit, dan suhu badan.
Ketegangan-ketegangan saraf berpengaruh kepada dis-fungsi organ tubuh yang terjadi karena produksi zat kortisol atau zat lainnya ketika merespon gerakan antara saraf otak dan otot. Pada keadaan ini, pengaruh Al-Qur`an terhadap ketegangan saraf akan menyebabkan badan segar kembali, selain menghalau berbagai penyakit atau mengobatinya.
Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw. apabila akan berangkat tidur tiap-tiap malam beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya kemudian meniupkannya seraya membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas. Kemudian beliau mengusapkannya ke tubuhnya dimulai dari kepala lalu muka kemudian bagian depan badan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
“Katakanlah, al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. (QS. Fushshilat : 44)”.
Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al-Israa : 82).
Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus : 57).
Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al Araaf : 204 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar